Selamat Datang - Sugeng Rawuh - Wellcome - Horas

Rabu, 30 Maret 2011

Malaysia Ajukan Permintaan Untuk 26.600 TKI Formal

Ilustrasi - pendaftaran TKI
Kuala Lumpur (ANTARA News) - Sejumlah perusahaan di Malaysia telah mengajukan permintaan untuk 26.600 tenaga kerja Indonesia (TKI) sektor formal sebagai tenaga kerja perkebunan, pabrik, konstruksi dan jasa (services), namun yang baru bisa terealisasikan sekitar 6.000 pekerja.

`Sampai tanggal 25 Maret ini, jumlah yang teralisir sekitar 6000 pekerja. Sehingga masih terdapat 20 ribuan lagi masih belum bisa terpenuhi," kata Atase Ketenagakerjaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Agus Triyanto saat dihubungi di Kuala Lumpur, Sabtu.

Menurut dia, belum teralisirnya permintaan tersebut karena saat ini sedang dalam proses pengurusannya sehingga para TKI yang nanti dipekerjakan di negeri ini benar-benar sesuai dengan kriteria yang diperlukan dan mengikuti peraturan yang berlaku di kedua negara.

"Kita terus mengawasi pengiriman TKI guna menghindari permasalahan dikemudian hari," kata Agus.

Sementara itu, dengan adanya rencana dibukanya kembali moratorium untuk pengiriman penata laksana rumah tangga (PLRT) juga sudah mulai terlihat permintaan dari sejumlah rumah tangga di Malaysia.

Berdasarkan dari informasi yang pihak KBRI terima bahwa keperluan untuk PLRT untuk di semenanjung Malaysia saat ini mencapai 39 ribu pekerja.

Diakuinya bahwa permintaan untuk PLRT dari Indonesia terbilang tinggi bahkan selama moratorium saja ribuan PLRT tetap masuk ke negeri ini. "Berdasarkan informasi yang diterima terdapat 9650 PLRT yang bekerja di Malaysia selama moratorium diberlakukan," katanya.

Sedangkan data terakhir yang kami terima, jumlah PLRT asal Indonesia di negeri ini mencapai 202.756 orang.

"Namun demikian, adanya peluang kerja tersebut, proses rekrutmennya harus benar-benar sesuai kriteria dan mengikuti peraturan yang berlaku baik di Indonesia maupun Malaysia sehingga sesampainya di negeri ini tidak menimbulkan permasalahan," tegasnya.

Dikatakannya, pada saat ini masih terdapat ratusan TKI yang mengalami permasalahan dan ditampung di shelter KBRI Kuala Lumpur guna menunggu proses penyelesaian permasalahan mereka dengan pihak perusahaan ataupun majikan tempat mereka bekerja.

Agus menjelaskan bahwa TKI bermasalah yang ditampung di shelter seluruh Malaysia mencapai 421 orang yang terdiri dari 40 orang pria, 3 anak-anak , 5 bayi dan 380 wanita. Namun demikian, sebagian besar dari mereka telah berhasil dipulangkan kembali ke Tanah Air.

"Kini yang tersisa 260 orang di seluruh Malaysia. Di shelter KBRI Kuala Lumpur masih terdapat 84 orang wanita dan dua bayi. Para TKI tersebut sedang menunggu proses penyelesaian dari majikannya terutama untuk memperoleh hak gaji bulanannya belum dibayarkan oleh pihak perusahaan ataupun majikan," paparnya.
(*)


Antaranews.com, Sabtu, 26 Maret 2011 15:20 WIB Read More..

2.927 "Overstayers" dari Arab Saudi Dipulangkan dengan Kapal

Ilustrasi TKI "Overstayer"(ANTARA/Lucky.R)
Jakarta (ANTARA News) - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Moh Jumhur Hidayat menyebutkan 2.927 WNI/TKI overstayers tahap VII dari Jeddah, Arab Saudi, akan pulang dengan kapal.

Jumhur di Jakarta, Senin, menyatakan pemulangan WNI/TKI overstayers tahap I - VI dengan menggunakan pesawat terbang milik PT Garuda Indonesia sedangkan tahap VII dengan kapal milik PT Pelni karena jumlahnya mencapai ribuan orang.

Ia menjadwalkan pemulangan 2.927 WNI/TKI itu akan berlangsung pada 25 April mendatang dari Pelabuhan Jeddah menuju Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta, dengan waktu tempuh selama 12 hari dengan Kapal Motor Labobar Milik PT Pelni yang berkapasitas 3.080 penumpang.

Saat ini mereka masih berada di penampungan (tarhil) kantor imigrasi Jeddah dan Gedung Madinatul Hujjat (bekas asrama jemaah haji jamaah Indonesia) yang letaknya berdekatan.

Pemerintah sebelumnya telah memulangkan 301 WNI/TKI overstayers tahap I dari Jeddah yang tiba di Tanah Air pada Senin (14/2), sebanyak 335 orang tahap II pada Jumat (18/2), sebanyak 350 orang tahap III pada Kamis (24/2), sebanyak 415 orang tahap IV pada Senin (28/2), 305 orang tahap V pada Kamis (10/3), dan 367 orang tahap V pada Sabtu (19/3) sehingga total dari tahap I - VI sebanyak 2.073 WNI/TKI.

Dengan pemulangan tahap VII yang segera dilakukan maka terdapat 5.000 WNI/TKI yang dipulangkan oleh pemerintah.

TKI yang dipulangkan merupakan overstayers atau pelanggar keimigrasian karena melebihi batas tinggal di Jeddah serta tidak memiliki dokumen dan biaya untuk kembali ke Tanah Air bahkan sebagian sempat menempati kolong jembatan Khandara selama berbulan-bulan.

Menurut Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat, pemulangan para WNI/TKI itu merupakan rangkaian kepulangan WNI/TKI pelanggar izin batas tinggal (overstayers) serta TKI bermasalah yang ada Jeddah, Arab Saudi yang jumlahnya masih ribuan orang.

Termasuk yang sejak September 2010 menghuni kolong Jembatan Khandara, Jeddah, selama berbulan-bulan hingga pemerintah Arab Saudi mengosongkan tempat itu dari para WNI/TKI maupun para pelanggar izin tinggal dari negara lain mulai akhir Januari 2011.

Di seluruh Arab Saudi kini terdapat sekitar 40 ribu - 50 ribu WNI/TKI overstayers dan TKI bermasalah.

Dari jumlah itu, berasal dari Jeddah lebih dari 25 ribu orang karena dari tempat lain di Arab Saudi juga banyak yang diarahkan atau dikonsentrasikan ke Jeddah untuk diagendakan pemulangannya.

Setelah pemulangan tahap I-VII, katanya, pemerintah tetap akan menangani pemulangan lainnya bekerja sama dengan pemerintah Arab Saudi untuk mengupayakan pembebasan denda/pengampunan berikut exit permit.(B009)


Antaranews.com, Senin, 28 Maret 2011 10:37 WIB Read More..